Berdamai dengan Amarah


Semua orang pasti pernah marah. Ada yang melampiaskan amarah dengan membanting semua barang disekilingnya, ada yang dengan marah-marah sampai mulut berbusa, ada yang melampiaskan dengan diam tanpa kata. Setiap orang punya caranya masing-masing.

Pada saat kita marah, biasanya memang sulit mengendalikan diri. Pengalaman dalam menghadapi masalah akan membuat kita terampil dalam mengatasi amarah didalam hati. Rasa marah tentu harus dirasakan dan dilampiaskan agar tidakk mengendap menjadi dendam. Tidak baik jika memendam amarah terlalu lama.

Aku memiliki cara tersendiri ketika marah, yaitu dengan menghitung. Aku pernah membaca quote disalah satu buku note gitu, intinya “ketika kamu marah mulailah berhitung”. Awalnya cara ini sulit aku terapin, tapi setelah mencoba terus menerus dari waktu ke waktu setiap marah ternyata membuahkan hasil. Bagi aku cara ini berhasil untukku dalam mengendalikan diri saat marah. Apa kalian tahu? berhitung saat amarah sedang memuncak itu sangat sulit, karena saat marah otak kita seperti tidak dapat fokus menghitung angka namun fokus pada masalah yang membuat kita marah. Berhitung membuatku berdamai dengan amarahku, dari angka 1 hingga angka terakhir (yaitu saat hati sudah mulai tenang). Setelah menghitung aku akan mulai berpikir untuk lebih menenangkan diri dengan diam lalu memikirkan penyelesaian masalahnya.

Ada juga hal yang sering disebut innerchild. Setiap orang memiliki innerchild masing-masing yang berbeda berdasarkan pengalaman hidup masa kecilnya. Banyak amarah yang juga tersimpan pada innerchild manusia. Seiring dengan berjalannya waktu, bertambahnya usia hal ini tentu bisa diatasi dengan penerimaan diri dan juga rasa ikhlas. Ikhlas akan hal-hal yang membuat kita marah dimasa lalu terutama masa kecil yang terekam dan membekas hingga membentuk perilaku dimasa dewasa kita. Namun ketika sudah dewasa harusnya kita berusaha untuk berdamai dengan rasa marah yang dari masa lalu. Berdamai dengan amarah dan proses pendewasaan diri ini sering beriringan.

Bagaimana versi berdamaimu dengan rasa marah?


Komentar

Test mengatakan…
"Lakaltob walakal janah". Jangan marah, maka surga untukmu. Dalam salah satu video youtube yang aku suka di channel Jeda Nulis milik habib Ja'far yg berjudul " Jangan Marah! ". Beliau menjelaskan bahwa tidak ada satupun hal di dunia ini yg lebih berharga daripada jangan/mereda marah. Cara kamu mengurai rasa marah dengan cara berhitung akan aku coba. Yg selama ini aku lakukan jika sedang marah hanyalah diam duduk atau tiduran. 😅

Postingan populer dari blog ini

Belajar Tenang

Kepuasan Diri Atau Tipuan Hawa Nafsu